Konsepsi Psikologi tentang Manusia

Standard

Dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan dengan persoalan perasaan, motivasi, kepribadian, dan yang sejenisnya. Kajian utama psikologi adalah pada persoalan kepribadian, mental, perilaku, dan dimensi-dimensi lain yang ada dalam diri manusia sebagai individu

Psikologi behaviorisme
melihat pada pendekatan perilaku. Ahli psikologi dapat mempelajari individu dengan melihat pada perilakunya ketimbang pada otak dan syarafnya.

Salah satu cabang dari psikologi behaviorisme adalah psikologi stimulus, respons, yang masih memiliki pengaruh yang besar. Psikologi stirmulus respons mempelajarti stimului yang relevan di lingkungan, respons yang ditimbulkan oleh stimuli dan hadiah atau hukuman yang terjadi setelah respons tersebut.

Perspektif perilaku menekankan, bahwa untuk dapat lebih memahami perilaku seseorang, seyogianya kita mengabaikan informasi tentang apa yang dipikirkan oleh seseorang. Lebih baik kita memfokuskan pada perilaku seseorang yang dapat diuji oleh pengamatan kita sendiri. Dengan mempertimbangkan proses mental seseorang, kita tidak terbantu memahami perilaku orang tersebut, karena seringkali proses mental tidak reliabel untuk memprediksi perilaku. Misalnya tidak semua orang yang berpikiran negatif tentang sesuatu, akan juga berperilaku negatif. Orang yang bersikap negatif terhadap bangsa A misalnya, belum tentu dia tidak mau melakukan hubungan dengan bangsa A tersebut. Intinya pikiran, perasaan, sikap (proses mental) bukan sesuatu yang bisa menjelaskan perilaku seseorang. (Hasan mustafa dalam Perspektif dalam psikologi sosial )

Psikoanalitik
Merupakan campuran kognitif dan fisiologi. Merupakan kombinasi kesadaran, persepsi, dan memori dengan gagasan tentang insting yang didasarkan secara biologis untuk menghasilkan teori baru tentang perilaku manusia.

Asumsi bahwa sebagian besar perilaku manusia berasal dari proses bawah sadar yang memaksudkan keyakinan, rasa takut, dan keinginan yang tidak disadari dalam diri seseorang tetapi tetap mempengaruhi perilakunya.

Sigmund Freud, pendiri psikolanalisis adalah orang perama yang berusaa merumuskan psikoloi manusia. Ia memfokuskan perhatiannya keada totalist kpribadian manusia bukan pada bagian-bagiannya yang terpisah (Asch dalam Rakhmat, 1999:19).

Menurut Freud, perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga sub sistem dalam kepribadian manusia Id, Ego, dan Superego. Id adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia.Id bergerak berdasarkan prisnsip kesenangan, ingin segera memenuhi kebutuhannya. Ego berfungsi menjembatani tuntutan Id dengan realitas dunia luar ego lah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasratnya dan hidup sebagai wujud rasional (pada pribadi yang normal). Ia bergerak berdasarkan prinsip realitas. Sedangkan superego adalah hati nurani yang merupakan internalisasi dari norma-norma dan kultural masyarakatnya. Ia memaksa ego untuk menekan dasrat-hasrat yang tak berlainan ke alam bawah sadar. Ego berada di tenah, antara memenuhi desakan Id dan peraturan superego. Psikoanalisis perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis (Id), komponen psikologis (ego) dan kompoenen sosial (superego). (Rakhmat, 1999:19-20)

Psikologi kognitif
merupakan reaksi terhadap psikologi behaviorisme dan sebagiannya lagi kembali kepada akar kognitif psikologi. Psikologi kognitif memiliki asumsi: -hanya dengan mempelajari prosesmental kta dapat memahami sepenuhnya apa yang dilakukan oleh suatu organisme. Kita dapat mempelajari proses mental secara jelas dengan memfokuskan pada perilaku spesifik.

Perspektif kognitif menekankan pada pandangan bahwa kita tidak bisa memahami perilaku seseorang tanpa mempelajari proses mental mereka. Manusia tidak menanggapi lingkungannya secara otomatis. Perilaku mereka tergantung pada bagaimana mereka berpikir dan mempersepsi lingkungannya. Jadi untuk memperoleh informasi yang bisa dipercaya maka proses mental seseorang merupakan hal utama yang bisa menjelaskan perilaku sosial seseorang.

Psikologi humanistik memiliki asumsi yang diungakapkan oleh Carl Rogers, yaitu:
- Perilaku manusia berpusat pada konsep diri, yaitu persepsi manusia tentang identitas dirina yang bersifat flekibel dan berubah-ubah, yang muncul dari suatuedan fenomenal.
- Manusia berperilakun untuk mempertahankan, meningkatkan, dan mengaktualisasikan dirinya.
- Individu bereaksi pada situasi sesuai dengan persepsi tentang dirinya an dunianya. Ia bereaksi pada realitas seperti ang dipersepsikan olehnya dan dengan cara yang sesuai dengan konsep dirinya.
- Anggapan adanya ancaman terhadaap diri akan diikuti oleh pertahanan diri-berupa penyempitan dan pengakuan persepsi dan perilaku penyesuaian serta penggunaan mekanisme pertahanan ego seperti rasionalisasi.
- Kecenderungan batiniah manusia ialah menuju kesehaan dan keutuhan diri. Dalam kondisi yang normal, ia berperilaku rasional dan konstruktif,serta memilih jalan menuju pengembangan dan aktualisasi diri.

Psikologi spiritual
Merupakan psikologi yang melihat bagaimana kondisi kejiwaan seseorang dilihat dari tingkat spiritualitasnya. Adanya hubungan yang jelas terlihat antara kepribadian dan kondisi kejiwaan seorang individu yang memiliki tingat spiritualitas yang tinggi dengan individu yang hanya memandang spiritualitas sebagai sesuatu yang biasa(rendah).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s