Analisis Kritis Peran Pers Lokal dalam Pemberitaan Illegal Logging di Kalimantan Barat

Standard

Dalam kaitannya dengan masalah lingkungan hidup, media massa telah dimanfaatkan sebagai salah satu dari sekian banyak saluran komunikasi. Media, khususnya pers, telah dipergunakan oleh para pemerhati lingkungan hidup, pemerintah dan berbagai lapisan masyarakat, baik sebagai saluran untuk mengekspresikan dan menyebarluaskan aspirasi dan misi masing-masing, maupun sebagai saluran input/umpan balik komunikasi. Komunikasi dilakukan baik untuk menarik dukungan publik bagi sebuah isu lingkungan maupun kebijaksanaan (pemerintahan) dan pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini, pers dipandang sebagai alat kekuasaan yang memiliki kemampuan dalam hal menarik dan mengarahkan perhatian; membujuk pendapat dan anggapan, mempengaruhi pilihan sikap (misalnya dalam pemberian suara pemilu), memberikan status dan legitimasi, mendefinisikan dan membentuk persepsi tentang realitas(Mc Quail, 1987:82).

Pihak media memang sering menilai dirinya sebagai refleksi masyarakat, yang menampilkan gambaran masyarakat secara lebih jelas dan memungkinkan unsur-unsur dalam masyarakat mengekspresikan dirinya kedalam segenap anggota masyarakat. Konsep media sebagai penyaring telah diakui masyarakat, karena media seringkali melakukan seleksi dan penafsiran terhadap suatu masalah. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana peran PONTIANAK POST dalam menyajikan pemberitaan mengenai illegal logging di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Peran pers sebagai kontrol sosial sering terpinggirkan terbentur kepada komersialisasi dan kepentingan. Lingkungan hidup pun termasuk bagian isu yang termarjinalisasi karena dianggap kurang “seksi” dibandingkan politik maupun ekonomi. Padahal lingkungan hidup berkaitan dengan semua bidang kehidupan dan menyangkut generasi mendatang. Dengan penelitian ini, diharapkan berguna untuk menambah wacana bagaimana pers berperan sebagai kontrol sosial terutama dalam masalah lingkungan hidup melalui pemberitaannya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis secara tekstual pemberitaan-pemberitaan Illegal logging di Kawasan TNGP yang dimuat di PONTIANAK POST agar mengetahui strategi wacana yang digunakan untuk menyusun teks berita.(2) menganalisis pengetahuan dan wawasan redaksi PONTIANAK POST dalam menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme lingkungan hidup dalam peliputan peristiwa-peristiwa illegal logging kawasan TNGP di Kalimantan Barat, (3) menganalisis kritis wacana yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan peristiwa illegal logging di Kalimantan Barat, khususnya di Kawasan TNGP, dan (4) menganalisis secara kritis bagaimana peran PONTIANAK POST sebagai pers lokal di Kalimantan Barat menjalankan perannya sebagai lembaga kemasyarakatan dan kontrol sosial.

Dalam melakukan analisis, peneliti menggunakan metode penelitian komunikasi yang disebut Critical Discourse Analysis (CDA) atau Analisis Wacana Kritis yang menganalisis peran PONTIANAK POST dalam melaksanakan peran persnya melalui pemberitaan-pemberitaan illegal logging secara level teks pemberitan, level kognisi wartawan, dan level konteks sosial sesuai dengan wacana yang berkembang di masyarakat. Penarikan sampel dilakukan secara acak dari pemberitaan illegal logging di kawasan tersebut selama tahun 2003-2007 berdasarkan variasi isu yang diangkat oleh PONTIANAK POST dan diperoleh lima buah berita

Hasil penelitian menunjukkan, pada level teks, diperoleh PONTIANAK POST menyajikan berita illegal logging TNGP sebagai cerminan realitas sosial yang seharusnya dapat menggugah kesadaran masyarakat Kalimantan Barat untuk ikut peduli menjaga kelestariannya. Secara kognisi sosial, wawasan dan pengetahuan redaksi PONTIANAK POST memaknai illegal logging Taman Nasional Gunung Palung sebagai sebuah peristiwa yang terjadi sebagai akibat adanya upaya pemenuhan kebutuhan primer dari masyarakat setempat dan ketergantungan ekonomi akan kayu. Sedangkan wacana yang berkembang dalam konteks sosial masyarakat mengenai illegal logging Taman Nasional Gunung Palung, sebagai peristiwa perusakan lingkungan yang membutuhkan penyelamatan konservasi untuk menjaga kelestariannya serta adanya kelalaian pemerintah yang tidak konsisten menjalankan penegakan hukum. Sehingga, secara kritis terlihat, peran PONTIANAK POST sebagai pers lokal di Kalimantan Barat yang pro lingkungan, menjalankan perannya sebagai lembaga kemasyarakatan dan kontrol sosial masyarakat melalui penyampaian berita dengan menerapkan obejektivitas yang berorientasi pada fakta di lapangan dan mengutamakan kepentingan dan kepercayaan pembaca atas kebenaran berita yang disampaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s