Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif

Standard

Penelitian merupakan suatu cara ilmiah untuk memecahkan suatu masalah dan untuk menembus batas-batas ketidaktahuan manusia, dengan mengumpulkan dan memproses fakta yang ada sehingga fakta tersebut dapat dikomunikasikan oleh peneliti. Banyak anggapan bahwa penelitian kuantitatif adalah penelitian yang datanya menggunakan angka-angka dan penghitungan statistik, sedangkan penelitian kualitatif adalah penelitian  datanya berupa statement-statement atau pernyataan-pernyataan. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, tapi terlalu menyederhanakan perbedaan kedua metodologi.

PENDAHULUAN

Pada dasarnya dalam konten metodologi, penelitian, khususnya penelitian ilmu komunikasi  berada dalam dua paradigma besar yang saling mempengaruhi.

Pertama, tradisi pemikiran Perancis dan Inggris yang dipengaruhi oleh filsafat positivisme  dan rumpun pemikiran di sekitar positivisme seperti empirisisme, behaviorisme, naturalisme, dan sainisme. Tradisi ini berkembang akibat terobsesi dan dipengaruhi oleh tradisi ilmu-ilmu kealaman yang Aristotelian, dan semua ini dipengaruhi oleh Auguste Comte yang berjasa untuk mengembangkan studi sains kealaman itu kepada objek manusia. Paradigma ini bertumpu pada pandangan bahwa realitas itu pada akikatnya bersifat materi dan kealaman, karena itu menjadi bagian dari objek paradigma ini. Pandangan positivisme  dan aliran-aliran pemikiran yang mengitari positivisme ini kemudian dikenal dengan penelitian kuantitatif.

Kedua, tradisi pemikiran Jerman yang lebih banyak mengadopsi pemikiran filsafat Plato yang humanistis. Sebagaimana diketahui bahwa pandangan Plato terhadap manusia lebih banyak menempatkan manusia sebagai makhluk yang humanistis daripada manusia sebagai homo sapien. Gagasan Plato mempengaruhi Edmund Husserl, Martin Heidegger, dan Merleau Ponty. Mereka adalah pelopor aliran fenomenologi, sebuah aliran filsafat yang  mempelajari penampakan atau fenomena yang mana antara fenomena yang satu dengan kesadaran tidak terisolasi satu sama lain melainkan selalu berhubungan dengan dialektis. Jadi dalam pandangan fenomenologi sesuatu yang tampak itu pasti bermakna subjek yang menampakkan fenomena itu, karena setiap fenomena  berasal dari kesadaran manusia sehingga sebuah fenomena pasti ada maknanya. Tradisi pemikiran Jerman yang platanik, humanistis, idealistis ini mengilhami pemikiran Kant maupun Hegel tentang dunia ide yang kemudian melahirkan paradigma fenomenologi yang dalam penelitian sosial dikenal dengan penelitian kualitatif.


PENELITIAN KUANTITATIF
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Dengan demikian tidak terlalu mementingkan kedalaman data dan analisis. Peneliti lebih mem,entingkan aspek keleluasaan data sehingga data atau hasil penelitian duianggap sebagai suatu representasi dari seluruh populasi.(Kriyantono, 2006:57)

Menurut Doddy S. Singgih dalam buku Metode Penelitian Sosial, dijelaskan bahwa secara sederhana, penelitian kuantitatif adalah penelitian yang :

1. Melibatkan lima komponen informasi ilmiah, yaitu teori, hipotesis, observasi, generalisasi empiris dan penerimaan atau penolakan hipotesis (Wallace dalam Singgih, 2005:135)

2. Mengandalkan adanya populasi dan teknik penarikan sampel

3. Menggunakan kuesioner untuk pengumpulan datanya

4. Mengemukakan variabel-varianel penelitan dalam analisi datanya

5. Berupaya menghasilkan kesimpulan secara umum baik ysng berlaku untuk populasi maupun sampel yang diteliti.

Metode penelitian kuantitatif memiliki kelemahan, karena banyak ahli yang mengemukakan bahrwa, penelitian kuantitatif seringkali tidak dapat digunakan untuk mengungkapkan dan memahami kehidupan sosial yang kompleks dan kompleksitas kehidupan sosial cenderung direduksi dalam bentuk variabel-variabel.  Padahal dalam kenyataannya seringkali pemahaman terhadap kompleksitas itu sendiri justru merupakan sesuatu yang ingin diteliti atau menjadi bagian terpenting yang akan diteliti.

Selain itu, penelitian kuantitatif juga sering menghasilkan data dan informasi yang bersifat makro dan kurang terperinci, sehingga terkadang tidak dapat memuaskan keingintahuan peneliti.

PENELITIAN KUALITATIF

Penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya.  Secara umum, penelitian kualitatif memiliki ciri, diantaranya: intensif,notes field,analisis data lapangan,tidak ada realitas tunggal,subjektif,realitas dan holistik,depth (dalam),prosedur penelitian: empiris rasional dan tidak berstruktur, dan hubungan antara teori, konsep dan data: data memunculkan atau membentu teori baru.(Kriyantono, 2006:58)

Penelitian kualitatif dapat juga diartikan sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis, dan tingkah laku yang dapat diamari dari orang-orang yang diteliti (Taylor dan Bogdan dalam Hendrarso, 2005:166).

Setidaknya ada tiga teori dan pendekatan yang termasuk dalam paradigma interpretif, yaitu pendekatan fenomenologi, interaksi simbolis, dan etnomedologi. Benang merah yang menghubungkan tiga aliran pemikiaran ini adalah perhatian mereka terhadap fenomena, yaitu sesuatu yang secara langsung kita ketahui melaui pancaindera kita dalam aktivitas yang kita lakukan.

Penelitian kualitatif memiliki karakteristik khusus berikut: (Taylor & Bogdan, 1984; Marshal & Rossman, 1989; Silverman, 1993):

1. Bersifat induktif, mendasarkan pada prosedur logika yang berawal dari proposisi khusus sebagai hsil pengamatan dan berakhir pada kesimpulan secara umum.

2. Melihat pada setting dan manusia sebagai suatu kesatuan

3. Memahami perilaku manusia dari sudut pandang mereka sendiri (sudut pandang yang diteliti) hal ini dilakukan dengan cara memahami empati pada orang-orang yang diteliti dalam upaya memahami bagaimana mereka melihat berbagai hal dalam kehidupannya.

4. Lebih mementingkan proses penelitian daripada hasil penelitian.

5. Menekankan pada validitas data sehingga ditekankan pada dunia empiris. Penelitian dirancang sedemikian rupa agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan apa yang dilakukan dan dikatakan yang diteliti.

6. Bersifat humanistis, memahami secara pribadi objek penelitian.

7. Semua aspek kehidupan sosial dan manusia dianggap berharga dan penting untuk dipahami  karena dianggap spesifik dan unik.

KESIMPULAN

Perbedaan-perbedaan penelitian kuantitatif  dengan penelitian kualitatif, secara sederhana dapat dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.       Cara memandang sifat realitas sosial

Penelitian kualitatif menganggap realitas sosial bersifat ganda. Realitas sosial merupakan hasil konstruksi pemikiran yang bersifat holistik. Sedangkan penelitian kuantitatif memandang realitaas bersifat tungal, konkret, dan teramati.

2. Peranan nilai

Penelitian kualitatif menganggap proses penelitian tidak sepenuhnya bebas nilai, sedangkan kuantitaif sebaliknya, penelitian harus bebas nilai.

3. Fleksibilitas dalam pengumpulan data

Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif tidak bersifat kaku tatapi selalu disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Demikian pula hubungan antra peneliti dan yang diteliti bersifat interaktif dan tidak dapat dipisahkan. Sedangkan dalam pengumpulan data kuantitatif prosedur pengumpulan data distandarisasi dan menganggap bahwa hubungan peneliti dengan yang diteliti adalah independen dan dapat dipisahkan.

Setelah penjabaran diatas, sebenarnya pendekatan amat mendasar menyangkut falsafah atau pendekatan yang terkandung di dalamnya. Penelitian kuantitatif meggunakan pendekatan positivistik (klasik/objektif) sedangkan yang menggunakan metodelogi kualitatif berasal dari pendekatan interpretif (subjketif). Pendekatan subjekltif mempunya dua varian yakni konstuktivis dan kritis. Mengutip Pace dan Faules (2005) dan Hidaya (1999) dalam buku Kriyantono (2006) dikatakan bahwa perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat diketahui melalui empat pendekatan yakni pendekatan ontologis (sesuatu yang dianggap sebagai realitas), epistimologis menyangkut bagaimana cara mendapatkan pengetahuan, aksiologis menyangkut tujuan atau untuk apa mempelajari sesuatu serta pendekatan metodologis menyangkut teknik-teknik dalam menemukan pengetahuan.

Klasik (Positif/Objektif)

Subjektif-Kritis

Subjektif-Kontruktivis

Ada realitas yang real, yang diatur oleh kaidah-kaidah tertentu ysng berlaku universal, walaupun kebenaran pengetahuan hanya dapat diperoleh dengan probabilistik

Out there (di luar subjektif peneliti)

Dapat diukur dengan standar tertentu, digeneralisasi dan bebas dari konteks dan waktu

Realitas yang teramati merupakan realitas “semu” yang telah terbentuk oleh proses sejarah dan kekautan-kekuatan sosial, budaya, dan ekonomi politik.

Realitas merupakan konstuksi sosial. Kebenaran suatu realitas bersidfat relatif, berlaku sesuai konteks spesifik yang dinilai relevan oleh pelaku sosial

Realitas adalah hasil konstruksi mental dari individu pelaku sosial, sehingga realitas dipahami sebagai beragam dan dipengaruhi oleh pengalaman, konteks dan waktu.

Perbedaan Epistimologis

Ada realitas objektif sebagai suatu realitas yang eksternal di luar diri peneliti. Peneliti harus sejauh mungkin membuat jarak denganobjek penelitian

Jangan ada penilaian yang subjektif atau bias pribadi

Hubungan antara peneliti dengan realitas yang diteliti selalu dijembatani oleh nilai-nilai tertentu. Pemahaman tentang suatu realitas merupakan value mediated

Pemahaman tenatang suatu realitas atau temuan suatu penelitian merupakan produk interaksi antara peneliti dengan objek yang diteliti

Peneliti dan objek penelitian merupakan kesatuan realitas yang tidak terpisahkan.

Perbedaan Aksiologis

Nilai, etika, dan pilihan harus berada di luar proses penelitian

Peneliti berperan sebagai dissintersted scientist

Tujuan penelitian: eksplanasi, prediksi, dan kontrol realitas sosial

Nilai, etika dan pilihan moral merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu penelitian·

Peneliti menempatkan diri sebagai transformative intellectual, advocat, dan aktivis. ·

Tujuan penelitian: kritik soisal, transfomrasi emansipasi adan social empowerment. ·

Nilai, etika, dan pilihan moral merupakan bagian tak pterpisahkan dari suatu penelitan.

Peneliti sebagai passionate participant, fasilitator yang menjembatani keragaman subjektivitas pelaku sosial.

Tujuan penelitian: rekonstruksi realitas sosaial secra dial;ektis antara peneliti dengan pelaku sosial yang diteliti.

Perbedaan Metodogis

Pengujian hipotesis dalam struktur hypotheitico-deductive method: mealui laboratorium eksperimen atau survey eksplanatif dengan analisi kuantitatif

Mengutamakan analisi komprehensif, kontekstual dan multilevel analysis yang bisa dilakukan melalui penempatan diri sebagai partisipan dalam proses transformasi sosial

Menekankan empati, dan interaksi dialektis antara peneliti-responden utnuk merekonstruksi realitas yang diteliti, emlalui metode-metode kualitatif seperti observasi partisipan

REFERENSI

Hendrarso, Emy Susanti. 2005. Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan. Editor Bagong Suyanto &Sutinah. Kencana Perdana Media Grup. Jakarta

Iskandar, Jusman & Nitimihardji, Carolina. 1994. Beberapa Indeks dan Skala Pengukuran Variabel-Variabel Sosial dan Psikologi. STKS. Bandung.

Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi.  Kencana Perdana Media Grup. Jakarta

Singgih, Doddy S. 2005. Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan. Editor Bagong Suyanto &Sutinah. Kencana Perdana Media Grup. Jakarta

Artikel:

Priyatno Harsasto. 2005. Pendekatan Interpretif dalam Ilmu Sosial: Fenomenologi, Etnomedologi, dan Simbolik Interaksionisme. Majalah Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial Fisip Undip.

Jurnal Undip

6 responses »

  1. Salam
    Ketemu juga akhirnya di blog alumni Magister Fikom Unpad Universitas Padjadjaran.
    Blog yang bermanfaat bagi yang mau belajar Ilmu Komunikasi dan Riset…
    Atwar Bjari

  2. Alhamdulillah… muter2 kesana-kesini akhirnya dapet juga artikelnya. Mudah2an yang menyajikan dape balasan yang lebih baik. Langsung lembur bikin skripsi dech…
    Jazakillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s