Komunikasi Keluarga

Standard

cropped-gravity_well_800x600.jpgTak dapat dipungkiri, hubungan yang menjadi kepedulian kebanyakan orang adalah hubungan dalam keluarga; keluarga mewakili suatu konstelasi hubungan yang sangat khusus (Mulyana, 2005:214)

Keluarga didefinisikan sebagai:”jaringan orang-orang yang berbagi kehidupan mereka dalam jangka waktu yang lama; yang terikat oleh perkawinan, darah, atau komitmen, legal atau tidak; yang menganggap diri mereka sebagai keluarga; dan yang berbagi pengharapan-pengharapan masa depan mengenai hubungan yang berkaitan (Seligmann, 1990:38 dalam Mulyana, 2005:215).

Para ahli teori masa kini memandang keluarga sebagai suatu sistem menekankan hubungan-hubungan keluarga ketimbang anggota-anggota perseorangan. Pemahaman atas keluarga seperti ini,sebagai suatu keseluruhan ketimbang sebagai sejumlah anggota perseorangan, mengalihkan perhatian ke pola-pola hubungan dan siklus-siklus perilaku alih-alih sebab dan akibat: ”Setiap anggota mempengaruhi orang-orang lainnya tapi pada gilirannya dipengaruhi oleh mereka” (Bochner dan Eisenberg, 1987:542 dalam Mulyana, 2005:215).

Komunikasi dalam keluarga jika dilihat dari segi fungsinya tidak jauh berbeda dengan fungsi komunikasi pada umumnya. Paling tidak ada dua fungsi komunikasi dalam keluarga, yaitu fungsi komunikasi sosial dan fungsi komunikasi kultural. Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, untuk menghindarkan diri dari tekanan dan ketegangan. Selain itu, melalui komunikasi seseorang dapat bekerja sama dengan anggota masyarakat-terlebih dalam keluarga-untuk mencapai tujuan bersama (Mulyana dalam Djamarah, 2004:37).

Sedang fungsi komunikasi kultural, diasumsikan dari pendapat para sosiolog bahwa komunikasi dan budaya mempunyai hubungan timbal balik. Budaya menjadi bagian dari komunikasi. Peranan komunikasi disini adalah turut menentukan, memelihara, mengembangkan atau mewariskan budaya. Jika demikian, benar kata Edward T. Hall bahwa ”budaya adalah komunikasi” dan ”komunikasi adalah budaya”. (Djamarah, 2004:37).

Dalam penelitiannya yang inovatif tentang keluarga, ahli terapi virginia Satir membedakan sistem keluarga tertutup dan seistem keluarga terbuka:
”Perbedaan utama antara keduanya adalah sifat reaksi mereka terhadap perubahan, dari dalam dan dari luar. Dalam suatu sistem tertutup bagian-bagian secara kaku dihubungkan atau diputuskan sekaligus. Dalam kedua kasus, informasi tidak mengalir antara bagian-bagian atau dari luar ke dalam atau dari dalam ke luar. Ketika bagian-bagian diputuskan, bagian-bagian itu sering tampak oleh bagian-bagian itu bekerja: Informasi bocor ke dalam dan ke luar tapi tanpa arah. Tidak ada pembatas-pembatas. Sebuah sistem yang terbuka adalah sistem dimana bagian-bagian saling berhubungan, responsif, dan sensitif terhadap satu sama lain, dan memungkinkan informasi mengalir antara lingkungan internal dan lingkungan eksternal (Satir, 1988: 131-132 dalam Mulyana, 2005: 215-216)

Sebagaimana keluarga punya perangkat nilai dan pengharapan bagi anggota-angotanya, keluarga juga punya pengharapan-pengharapan atas komunikasi. Setiap keluarga memiliki pedoman-pedoman mengenai aturan-aturan komunikasi yang dapat dipahami (Mulyana, 2005:216).

Diantara banyak variabel yang digunakan para ahli teori untuk menjelaskan keluarga, dua variabel yang penting adalah kohesi danadaptasi. Kedua dimensi ini mempengaruhi dan dipengeruhi komunikasi (Bochner dan Eisenberg, 1987; Galvin dan Brommel, 1991 dalam Mulyana, 2005:217).

Kohesi merujuk kepada seberapa dekat keterikatan anggota-anggota keluarga. Pada satu titik ekstrim ada keluarga-kelaurga yang sedemikian terikat dan terlibat secara berlebihan sehingga anggota-anggota keluarga memiliki sedikit otonomi atau sedikit kesempatan untuk mencapai kebutuhan dan tujuan pribadi (Galvin dan Brommel, 1991:20 dalam Mulyana, 2005:217). Keluarga-keluarga demikian memiliki sedikit pembatas. Anggota-anggota keluarga berbagi segala sesuatu. Tingkat fisik dan emosional mereka cenderung tinggi. Mereka punya sedikit saja privasi, karena setiap anggota mengetahui urusan anggota lainnya.

Dalam keluarga yang tingkat kepaduannya sangat rendah, sebaliknya anggota-anggota secara fisik dan emosional terpisah, tidak terlibat, jadi ada sedikit saja hubungan di antara mereka. Sedikit saja kegiatan yang mereka lakukan bersama; kegiatan keluarga menempati prioritas yang rendah, dan setiap anggota tampaknya punya jadwal kegiatan masing-masing.

Suatu dimensi lainnya yang penting dalam komunikasi kelaurga adalah adaptasi terhadap perubahan. Meskipun ahli-ahli terdahulu memandang keluarga sebagai suatu sistem yang tetap seimbang dan tetap, jelas bahwa sistem-sistem keluarga berubah, terkadang secara tiba-tiba (Bochner dan Eisenberg, 1987:543 dalam Mulyana, 2005:218).

Meskipun semua keluarga mengalami tekanan, cara keluarga menangani tekanan itulah yang menentukan kesehatannya. Dalam keluarga yang sehat, berdasarkan analisis suatu penelitian, anggota-anggota tidak mengambil sikap yang berlawanan; mereka tidak saling meyalahkan; mereka tidak pula sibuk dengan diri mereka masing-masing. Mereka cenderung menyukai humor. Dan batasan-batasan keluarga cenderung konvensional. Umumnya para terapis memandang kemampuan beradaptasi sebagai lebih penting daripada kohesi bagi berjalannya keluarga.( Bochner dan Eisenberg, 1987:556 dalam Mulyana, 2005:218).

Referensi

Djamarah, Syaiful Bahri. 2004. Pola Komunikasi Orang Tua & Anak dalam Keluarga. Rineka Cipta. Jakarta.

Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Remaja Rosdakarya. Bandung.

One response »

  1. assalamualaikum….
    bisa tolon gak…. ada tak kajian kes tentang teori virgina satir… boleh e mail ke saya ke…
    thanks….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s