Pengelolaan Kesan dan Konsep Diri dalam Komunikasi Antarpribadi

Standard

Konsep diri dan pengelolaan kesan saling berkaitan. Konsep diri merupakan suatu pengamatan yang kita lakukan terhadap diri kita bagaimana kita melihat gambaran diri dan memberikan peniaian terhadap diri kita sendiri. Sedangkan pengelolaan kesan berkaitan dengan bagaimana orang melihat kita dengan segala atribut, yang notabenenya berasal dari konsep diri kita yang kita buat. Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa pengaruh orang lain ketika memandang diri kita sangat berperan dalam pembentukan konsep diri kita dan bagaimana kita mengelola kesan (impression management)

Erving Goffman menyebu pengelolaan kesan dengan teorinya yang terkenal, yang disebut dengan teori Dramaturgis. yaitu, seolah-olah manusia berada dalam dua panggung yang berbeda, yaitu panggung depan dan panggung belakang.

Dramaturgi merupakan pandangan atas kehidupan sosial sebagai serangkaian pertunjukan di panggung. Inti dari dramaturgis adalah menghubungkan tindakan dengan maknanya, alih-alih perilaku pada determinannya.

Pendekatan ini berintikan pandangan bahwa ketika manusia berinteraksi dengan sesamanya, ia ingin ”mengelola” kesan yang ia harapkan tumbuh pada orang lain terhadap dirinya. Kehidupan diibaratkan teater. Interaksi di atas panggung yang menampilkan peran yang dimainkan oleh para aktor/aktris. Seringkali aktor/aktris tersebut melakukan pengelolaan kesan (Impression Management) itu tanpa sadar, namun ada kalanya juga ada yang sengaja untuk meningkatkan status sosialnya di mata orang lain, atau demi kepentingan finansial atau politik tertentu.

Manusia atau individu yang berperan layaknya serang pemain drama/teater, memiliki panggung depan sebagai seorang aktor/aktris, dan panggung belakang sebagai individu sosial lainnya yang juga melakukan aktivistas seperti layaknya orang kebanyakan panggung depan ini menjadi tempat pengelolaan kesan bagi sang aktris, sehinga kesan yang penonton terima atau audiencenya, bahwa aktris tersebut sangat glamor,kaya, mewah, dan tidak pernah merasa sedih. Panggung depan yang diperankan sang aktris berhasil menggiring penonton, bahwa kehidupan aktris demikian mengasyikkan. Sedangkan panggung belakang, tidak pernah ditunjukkan aktris di depan audiencenya, karena ini semacam ”rahasia pribadi” yang tidak dikonsumsi oleh penontonnya.

Sehingga, kita dapat mendefiniskan pengelolaan kesan atau Impression Management sebagai proses dimana persona berusaha menampilkan petunjuk-petunjuk untuk menimbulkan kesan pada diri penanggap melalui tiga hal, yakni panggung (setting), penampilan (appearance), dan gaya bertingkah laku (manner).

Konsep diri yang baik sangat berperan dalam pengelolaan kesan panggung depan dengan sempurna. Peran orang lain ketika melihat diri kita, menjadi tolok ukur bagaimana kita mengamati diri kita, dan memberikan penilaian mana yang layak dipertahankan dan mana konsep diri yang tidak. Namun, terkadang, tanpa disadari, konsep diri kita terbentuk oleh lingkungan dan orang lain. Hal ini bisa terlihat dari masa kanak-kanak, ketika orang lain yang paling dekat dengan kita adalah orang tua, maka kita sedikit banyak pasti akan dididik dan dibesarkan dengan cara orang tua kita. Konsep diri yang terbentuk sejak kecil, dapat berubah seiring waktu, tingkat kedewasaam kejiwaan, dan juga faktor lingkungan. Rasa percaya diri sangat diperlukan dalam pembentukan konsep diri yang tangguh. Rasa percaya diri ini dapat menjadi benteng menahan terpaan arus lingkungan yang dapat mengubah konsep diri kita yang telah ada.

Dalam komunikasi antarpribadi, pengelolaan kesan dan konsep diri memegang peranan penting. Panggung depan yang kita mainkan dalam komunikasi antarpribadi membuat kita berusaha menampilkan konsep diri kita yang baik. Walaupun, sebenarnya, seringkali konsep diri sudah inhern dalam kepribadian manusia, sehingga bilamana konsep dirinya sudah baik, yang tercermin dalam kepribadian dan kondisi kejiwaan yang baik, maka baik panggung depan maupun panggung belakang akan ”berpenampilan baik” dan menciptakan kesan yang baik pula.

Karena itu, untuk memiliki kehandalan dalam pengelolaan kesan, kita harus memiliki konsep diri yang baik, yang dapat dimulai dengan ”membuka diri” terhadap hal-hal yang baik, rasa percaya diri yang tinggi, sopan dan santun terhadap orang lain, seingga orang lain pun tidak segan untuk memberikan penilaian berupa masukan yang dapat membuat kita menjadi lebih baik lagi dalam menilai diri kita sendiri.
InsyaAllah.

3 responses »

  1. hehee.. kebetulan ini kebanyakan opini saya… kalau mau referensinya bisa dilihat dalam teori Dramaturgis Erving Goffman… banyak sekali cerita menarik dari panggung depan dan panggung belakangb ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s