Propaganda Ujian

Standard

Ibarat propaganda ketika ujian….

Posisi menentukan prestasi… ada gula ada semut, dimana si pintar duduk, maka kursi kiri, kanan, depan, belakang, pasti sudah tersirat ‘reserved’. Dengan metode quick count, pojok belakang kiri maupun kanan bisa jadi kursi pilihan terbanyak . Ataupun bila posisi tadi sudah “terpenuhi”, maka aksi bunglon siap dilakukan meski posisi di depan, tengah, atau dimanapun, memperhitungkan sudut pandangan dari meja pengawas, salinan materi yang minimalis sudah siap. Minimalis maksudnya font ukuran 3-4, spasi 1, sobekan A4 menjadi 25 bagian, dan pasang muka serius nan lugu, maka kita jadi peserta ujian yang nyaris tak terlihat bagi pengawas.

Barusan itu, strategi peserta ujian mengimplementasikan kebijakan propaganda ujian. Ada pula jargon bagi pengawas ujian bahwa Prestasi pengawas ujian adalah ketika “menangkap contekan”. Dengan tidak mengurangi rasa hormat pada si tukang contek, saya gunakan personifikasi tersebut.

Beberapa kali saya menangkap contekan. Modusnya macam-macam, selain modus klasik bikin salinan mini materi tadi. Ada yang menulisnya di balik kartu ujian, di kertas double folio yang sama dengan lembar jawaban, di tangan, di dinding dekat kursi, di kursi duduk, bahkan di whiteboard sekalipun. Kalau yang terakhir ini, sewaktu saya ngawas ujian statistik. Rumus simpangan baku terpampang jelas di papan. Meski saya ga pintar-pintar amat dengan statistik, tapi sedikit tau bahwa itu rumusnya. Contekan berjamaah..😉

Notabene menangkap contekan, saya tetap tidak bisa melihatnya sebagai sebuah prestasi. Setiap saya minta baik-baik contekannya, si tukang contek akan berkelat kelit dan silat lidah menyimpan contekannya. EQ saya kadang diuji. Karena ada yang menyertai dengan dusta kata atau transmisi pesan non verbalnya yang mengatakan, ”swear, bu.. ga ada nyontek!”. Hah?

Bisa saja sebenarnya saya duduk manis di depan, atau baca koran, ngobrol dengan pengawas lainnya, atau saya SMS an saja sebagai upaya penyelamatan mati gaya daripada tensi naik untuk strategi menangkap si tukang contek. Tapi, kok kayaknya ada yang salah dengan hal tersebut…apa ya? Tidak menjalankan tugas? Gak juga. Atau saya terlalu serius jadi pengawas? Haha… sepertinya tidak juga… Barangkali ada dua alasan untuk menjadi pengawas yang menyebalkan versi peserta ujian. Mau tau???Mau tau…??? Aha.. !!!

Pertama, saya selalu ngantuk kalau duduk saja tanpa melakukan sesuatu, makanya kalaupun saya duduk di depan, pasti ada yang saya utak atik, baca absen sampai-sampai saya hampir hapal nama lengkap peserta ujian. lantas saya uji ingatan saya dengan melihat dimana si ini , dimana si itu. Iseng banget? Makanya kalau lelah begitu, saya berdiri dan mulai ”bergerak”. Hohoo..

Kedua, saya suka membaca gestural peserta ujian. Sebagai sebuah pelajaran ilmu komunikasi bagi saya untuk memahami pesan non verbal mereka. Membuktikan kata pakar komunikasi bahwa pesan non verbal tidak bisa berbohong. Dan iya, ada gestural yang selalu sama bagi para tukang contek. Itu yang selalu saya katakan kepada mahasiswa saya, bahwa saya bisa belajar banyak dari mereka, termasuk juga oknum pencontek . Ups..

Ketiga, saya suka saja jadi pengawas ujian…hahaa.. Ga perlu alasan😉

Sekali lagi, ibarat propaganda dan jargon kala ujian…
Posisi Menentukan Prestasi? Atau Posisi Pengawas Menentukan Prestasi? Ada baiknya mulai berfikir, Prestasi Menentukan Posisi, bukan hanya untuk saat ini, tapi juga nanti… Nilai yang diperoleh nihil harganya bila diperoleh melalui contekan, dan bisa menjadi aib seumur-umur, karena bisa jadi kita menjadi orang yang tidak akan pernah dipercaya untuk setiap karya yang coba kita buat kelak. Dan tragisnya, meskipun pengawas ujian tak melihat, batin Anda pasti berkata, “nilai ini saya dapat karena mencontek..nilai itu saya dapat karena tak jujur..dan saya malu karenanya”.

Wallahu’alam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s