17 Agustus

Standard

Saya pikir, saya harus update blog saya. Kembali menulis. Tapi saya seperti kebanyakan orang lainnya. Butuh momen. Kali ini, saya pikir momennya tepat. Bertepatan dengan usia kemerdekaan republik ini ke-71.

Bismillah.

Selamat Ulang Tahun, Indonesia.  Merdeka!

Tanggal 17 Agustus demikian sakral bagi kita. Bagi warga negara Indonesia. Tanggal yang terpilih untuk menjadi tanggal pernyataan kemerdekaan sebuah negara yang saat itu dalam kondisi sulit, sakit, namun punya semangat untuk merdeka. Proklamasi dibacakan dengan lantang, bahwa bangsa ini menyatakan kemerdekaannya. Tak perlu  lama Bung Karno membacanya, namun hingga saat ini, kelantangannya masih menggema. Dan terus terputarkan.

Tanggal 17 Agustus juga menjadi hari silaturahmi antar tetangga. Sebelum tanggal ini, kita mungkin hampir lupa bahwa kita punya tetangga.  Kalau bukan karena arisan, pengajian, dan kebakaran, mungkin kita lupa bahwa ada orang lain di sebelah rumah. Layaknya hari raya, ucapan selamat, dan kumpul menjadi saat menyenangkan. Bagi masyarakat lapisan bawah, hingga mereka yang kaya raya. Semua bersilaturahmi dalam satu Indonesia.

Lagi-lagi… tanggal ini juga bisa digunakan sebagai hari Suka Ria.  Tanggal ini menjadi saat menggembirakan bagi anak-anak untuk melatih gerak motoriknya. Bergerak dalam lomba karung, makan kerupuk, dan  lomba bakiak. Bagi para ibu untuk saling gelak tawa tanpa perlu selipan gosip harta tetangga. Bahkan bapak-bapak pun tak pelak pinjam daster sang istri untuk “mempermalukan diri” secara berjamaah bermain bola. Luar biasa. Mungkin, hanya ada di Indonesia perayaan semacam ini.

Fantastisnya adalah,  tanggal ini sangat ajaib. Ajaib bisa menjadikan banyak orang tiba-tiba menjadi nasionalis. Merasa menjadi bagian negara yang selama ini tak diingatnya, selain lembaran-lembaran kartu identitas. Dus, untuk keperluan administrasi semata pula. Ajaib, karena pada tanggal inilah, rata-rata akun media sosial mengunggah dokumentasi kemerdekaan. Menunjukkan kebanggaan menjadi bangsa besar, bangsa Indonesia. Jadi, tolong jangan tanyakan pada tanggal ini, “apakah Anda cinta Indonesia?”. Karena itu pertanyaan bodoh.

17 Agustus memang tanggal istimewa. Istimewa bagi negeri ini. Istimewa juga untuk saya.

Semoga menulis kembali menjadi bagian diri saya lagi. Selamat datang diriku. Selamat untuk membebaskan pikiran dalam tulisan. Dan untuk Indonesiaku, selamat ulang tahun. Merdeka !

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s